Air Mata Ma Atih Pecah di Sabuga, Gubernur Jabar Janji Bela dan Tuntaskan Konflik Lahannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu langsung dengan Mak Atih di Sabuga

HAI GARUT — Suasana Gedung Sabuga, Kota Bandung, mendadak haru di tengah peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Provinsi Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Di hadapan ribuan peserta, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara khusus mengundang Ma Atih, nenek asal Banyuresmi, Garut, yang belakangan viral karena konflik lahan dengan PDAM Tirta Intan Garut.

Langkah Gubernur ini menjadi titik balik baru dalam polemik tanah yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.

Dalam forum besar itu, Gubernur Dedi Mulyadi mempersilakan Ma Atih dan keluarganya naik ke panggung untuk menyampaikan langsung kronologi penggunaan lahan keluarga oleh PDAM Tirta Intan. Ma Atih dan putrinya, Imas, menjelaskan kondisi yang mereka alami sejak lahan keluarga digunakan sebagai aset operasional PDAM.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemprov Jawa Barat tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan komitmen penuh untuk turun tangan melakukan mediasi serta mengawal penyelesaian konflik antara keluarga Ma Atih dan PDAM Tirta Intan Garut hingga tuntas.

Menurut Imas, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, dukungan Gubernur bukan hanya soal penyelesaian sengketa lahan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi rumah orang tuanya.

“Pak gubernur akan membantu menyelesaikan konflik yang sedang terjadi menimpa ibu saya, bahkan beliau siap membantu perbaikan renovasi rumah,” ujar Imas.

Sebagai bentuk keseriusan, Gubernur Dedi Mulyadi dijadwalkan mengunjungi langsung rumah Ma Atih di Banyuresmi, Garut, pada Senin, 24 November 2025. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi rumah keluarga, berdialog lebih dekat, dan memastikan langkah penyelesaian bersama PDAM berjalan jelas dan berkeadilan.

Kehadiran gubernur di lapangan disebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi benar-benar mengawal isu yang telah memantik perhatian publik ini.

Selepas pertemuan di Sabuga, keluarga Ma Atih menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Barat.

“Nuhun pak Gubernur atos bade mantosan Ema sareng pihak PDAM Garut,” ungkap Imas dengan mata berkaca-kaca.

Dengan dukungan langsung dari Gubernur Jawa Barat serta rencana kunjungan lapangan pada Senin mendatang, konflik lahan Ma Atih kini memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Publik berharap proses mediasi dapat menghasilkan keputusan konkret yang adil bagi semua pihak.

Kasus ini kini menjadi simbol penting perhatian pemerintah terhadap hak-hak masyarakat kecil di Jawa Barat. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup