

Malam Tahun Baru 2026, Polisi Terapkan Penyekatan Total di Pusat Kota Garut
HaiGarut – Menjelang pergantian tahun, suasana di Kabupaten Garut selalu dipenuhi semangat perayaan yang meriah. Ribuan warga berkumpul di pusat kota untuk menyambut momen spesial tersebut, menciptakan atmosfer kegembiraan yang tak terlupakan. Namun, di balik euforia ini, tantangan keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas menjadi prioritas utama. Kepolisian Resor Garut telah merancang strategi pencegahan yang ketat untuk memastikan perayaan berjalan lancar. Sistem penyekatan jalur perkotaan akan diterapkan secara menyeluruh, terutama di malam tahun baru 2026, ketika risiko kemacetan dan gangguan keamanan mencapai puncaknya. Dengan langkah-langkah ini, polisi bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mencegah kemacetan yang bisa merusak kegembiraan bersama. Ini bukan hanya tentang mengatur lalu lintas, tetapi juga tentang menjaga harmoni sosial di tengah kerumunan besar yang biasanya memadati jalan-jalan utama.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa langkah ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Wilayah perkotaan Garut sering kali menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin merayakan bersama, sehingga risiko kemacetan dan gangguan keamanan cukup tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa perayaan tahun baru berjalan lancar tanpa insiden yang tidak diinginkan,” ujarnya saat ditemui di kantor polisi, Rabu lalu. Iptu Aang menambahkan bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan bagaimana kerumunan besar bisa menyebabkan masalah seperti tabrakan kecil atau bahkan insiden keamanan yang lebih serius, sehingga pencegahan dini menjadi kunci. Dengan mempelajari pola lalu lintas dari tahun sebelumnya, polisi dapat mengantisipasi titik-titik rawan dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif, memastikan bahwa kegiatan perayaan tidak terganggu oleh masalah teknis.
Untuk mengatasi potensi kepadatan, polisi bersama pemerintah daerah menerapkan sistem penyekatan ganda: luar dan dalam. Penyekatan luar dimulai dari titik-titik strategis seperti Bunderan Leuwidaun, SP3 Guntur-Tegal Kurdi, SP4 Sukaregeng, Bundaran Suci, SP4 H Ate, SP3 Sirah Situ, dan SP4 Sukadana. Sementara itu, penyekatan dalam mencakup area-area vital seperti SP3 Apotek Sari, SP3 Pajajaran, SP4 Maktal, SP3 Papandayan-Kiansantang, SP3 Muhammadiyah-Papandayan, SP4 Surabi, SP3 Gedung Jangkung, SP3 Gunung Putri, SP4 Asia, SP3 Klenteng, SP3 Pasar Baru, SP3 Jl. Mandalagiri-Jl. Mawar, Bunderan Guntur, SP4 Jl. Pramuka-Jl. Bank, dan SP3 H. Yaya. Tujuannya sederhana: mengalihkan arus kendaraan agar tidak menumpuk di pusat kota yang sudah ramai. “Jika terjadi penumpukan, kami akan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif untuk menghindari kemacetan parah,” tambah Iptu Aang. Sistem ini dirancang untuk mengurangi beban pada jalan utama, memungkinkan kendaraan bergerak lebih lancar dan mengurangi waktu tempuh bagi mereka yang perlu melintas. Dengan penyekatan ini, polisi juga berharap dapat mencegah kemungkinan kecelakaan yang sering terjadi akibat kepadatan lalu lintas, sehingga keselamatan semua pihak terjamin.
Tak hanya itu, untuk memudahkan pengendara, polisi telah menyiapkan lokasi kantong parkir strategis di luar zona penyekatan. Pilihan parkir tersedia di Jl. Cimanuk hingga SP3 H. Yaya, Mall Ciplaz Ramayana, halaman Gedung Islamic Center, Jl. Ciwalen, dan Jl. Bratayudha. Ini memungkinkan warga untuk meninggalkan kendaraan mereka dengan aman dan melanjutkan perayaan dengan berjalan kaki, menambah kesan hangat dan komunal di malam tahun baru. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan aksesibilitas dan kapasitas, dengan pengawasan ketat untuk mencegah pencurian atau kerusakan kendaraan. Dengan demikian, warga dapat fokus pada kegembiraan perayaan tanpa khawatir tentang parkir, dan ini juga mendorong penggunaan transportasi alternatif seperti berjalan kaki atau angkutan umum, yang lebih ramah lingkungan.
Strategi ini didukung oleh penyebaran personel dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan petugas lainnya. Mereka akan ditempatkan di ruas jalan utama dan titik keramaian untuk mengatur lalu lintas secara real-time. Selain itu, polisi juga akan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot bising atau tidak sesuai standar, yang sering kali mengganggu kenyamanan warga. “Pimpinan kami tegas melarang penggunaan kembang api dan knalpot brong selama perayaan. Ini untuk menjaga suasana tetap aman dan nyaman bagi semua,” tegasnya. Langkah ini tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga pendidikan bagi masyarakat agar lebih sadar akan dampak lingkungan dan keamanan. Dengan melibatkan berbagai instansi, koordinasi menjadi lebih solid, memungkinkan respons cepat terhadap situasi darurat seperti kemacetan mendadak atau gangguan keamanan.
Sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih hidup, Jalan Ahmad Yani di Garut Kota akan dijadikan malam bebas kendaraan bermotor pada 31 Desember 2025. Artinya, hanya pejalan kaki yang diperbolehkan beraktivitas di sana, memberikan kesempatan bagi warga untuk berjalan-jalan dan menikmati suasana perayaan tanpa khawatir dengan lalu lintas. Lebih lanjut, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke lingkar dalam perkotaan mulai pukul 18.00 WIB, kecuali untuk kendaraan logistik, kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Aktivitas masyarakat di dalam perkotaan diharapkan selesai pukul 00.00 WIB untuk memastikan transisi yang aman menuju tahun baru. Kebijakan ini bertujuan untuk mengubah pusat kota menjadi zona rekreasi yang aman, di mana keluarga dapat berkumpul, anak-anak bermain, dan orang dewasa bersosialisasi tanpa risiko tabrakan. Ini juga mendukung inisiatif kota ramah pejalan kaki, yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga Garut dalam jangka panjang.
Iptu Aang mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas. Bagi yang berencana bepergian, sebaiknya hindari jalur-jalur rawan macet di perkotaan. “Ikuti arahan petugas di lapangan. Dengan begitu, kita semua bisa menikmati perayaan tahun baru yang aman, lancar, dan penuh kegembiraan,” pungkasnya. Dengan kerja sama semua pihak, Kabupaten Garut siap menyambut tahun baru 2026 dengan semangat positif, di mana keamanan dan kenyamanan menjadi fondasi utama bagi setiap warga.


Baca Lainnya




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan




