Arus Balik Nataru Capai Puncak, Kendaraan Mengular di Jalur Wisata Garut
HaiGarut – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Kabupaten Garut mencapai puncaknya pada Minggu (4/1/2026). Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Garut–Bandung, khususnya di kawasan Simpang Empat Gobing, hingga petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way.
Lonjakan volume kendaraan mulai terlihat sejak siang hari dan terus meningkat hingga sore. Arus lalu lintas didominasi kendaraan pribadi dari arah timur Jawa Barat yang bergerak menuju wilayah barat, terutama dari Tasikmalaya menuju Bandung.
Kepadatan tidak hanya terjadi di jalur utama kawasan wisata Tarogong, tetapi juga merembet ke sejumlah ruas jalan alternatif. Salah satunya Jalan Baru Ibrahim Adjie yang dipadati kendaraan akibat pengalihan arus dari jalur utama.
Mengantisipasi kemacetan yang semakin panjang, Satuan Lalu Lintas Polres Garut menerapkan sistem one way dengan trek panjang sekitar lima kilometer. Rekayasa lalu lintas ini dimulai dari Simpang Empat Gobing hingga Tutugan Bawah Leles.
Petugas lalu lintas tampak berjaga di sejumlah titik rawan kepadatan untuk melakukan pengaturan dan pengamanan arus kendaraan. Langkah ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap bergerak dan mengurangi antrean kendaraan.
Kaur Mintu Satlantas Polres Garut, Ipda Adie, menjelaskan bahwa penerapan sistem one way menjadi langkah efektif untuk mengurai kepadatan pada puncak arus balik.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan pada hari tersebut terbilang signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Pada puncak arus balik ini, kendaraan dari arah timur menuju barat mengalami peningkatan cukup tinggi. Oleh karena itu, kami melakukan pengaturan dan pengurasan arus lalu lintas secara bertahap,” kata Ipda Adie.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk tetap bersabar, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan selama perjalanan arus balik Nataru.











