Hari Pertama Sekolah: Gerbang SMA YBHM Garut Dikunci, Puluhan Siswa Kehilangan Hak Belajar

Puluhan siswa dan guru SMA Yayasan Baitul Hikmah Al-Ma’muni (YBHM)

 

HaiGarut – Libur panjang usai, siswa SMA Yayasan Baitul Hikmah Al-Ma’muni (YBHM) Garut mestinya langsung gaspol mulai KBM dengan energi full. Eits, realiteanya beda jauh. Senin (12/1/2026), puluhan anak didik dan guru terblokir total di luar gerbang sekolah yang dipasang gembok besar di Jalan Otista, Tarogong Kidul. Akibatnya, proses belajar-mengajar hari itu buyar seketika.

Bayangin aja, ratusan mata kebingungan nunggu di depan pagar besi yang gak bergeming. Siswa tampak frustasi, guru juga gak bisa akses ruang kelas buat ngajar. Kondisi ini bikin resah, apalagi soal hak pendidikan yang harusnya prioritas utama.

Intinya, akses tertutup ini nyambung ke perselisihan tanah yang udah panjang sejak 2016. Belum ada jalan keluar pasti. H. Abdul Aziz Syah, Ketua Yayasan YBHM Garut, angkat bicara dengan nada kecewa berat atas insiden berulang ini.

Menurutnya, tanah sengketa itu milik yayasan khusus buat pendidikan dan masyarakat. Ada kecurigaan kuat, sebagian area mau dikonversi jadi toko tanpa restu resmi. Ini jelas ngeganjal, soalnya lahan wakaf yang tujuannya udah fixed dari awal. “Lahan wakaf ini emang didedikasikan buat pendidikan dan kebaikan umat. Kalau tiba-tiba dipakai bisnis tanpa legalitas jelas, yayasan rugi banget,” keluh H. Abdul Aziz.

Yayasan desak Pemkab Garut cepet mediasi biar konflik selesai. Mereka pengen aset lahan kembali normal, supaya siswa gak kena imbas lagi. “Keadilan harus ditegakkan. Jangan biarin anak-anak jadi tumbal sengketa lahan yang gak kunjung reda,” pintanya tegas.

Belum ada respons resmi dari pihak lain soal rencana tindak lanjut. Siswa dan wali murid doyan banget nunggu sekolah buka lancar tanpa hambatan macam gini lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup