Hari Kedua Sekolah, Pintu YBHM Garut Masih Gembok, Masjid Jadi Solusi Darurat

HaiGarut – Hari kedua sekolah pasca-libur panjang, ratusan siswa SMA YBHM Garut masih terjebak di luar gerbang yang terkunci rapat. Pintu besi sekolah itu tetap tergembok hingga Selasa (13/1/2026), memaksa proses belajar mengajar berpindah ke masjid belakang sekolah dan platform daring sementara waktu.

Kepala sekolah Enggah Yusuf mengambil langkah darurat ini demi memastikan siswa tak kehilangan hak pendidikannya. “Kita prioritasin anak-anak dulu. Hari ini daring, besok coba di masjid belakang,” katanya saat ditemui wartawan di sela audiensi di rumah dinas Wakil Bupati Garut.

Situasi ini berawal dari sengketa lahan wakaf yang memanas antara yayasan sekolah dan seorang pengusaha yang mengklaim kepemilikan tanah. Akibatnya, hari pertama masuk sekolah kemarin (12/1/2026) pun kacau balau—siswa hanya bisa nongkrong di luar sambil nunggu kejelasan.

Enggah menegaskan, pihak sekolah kooperatif total dan menyerahkan urusan hukum ke pemerintah daerah serta aparat. “Yang penting anak-anak tetap belajar. Masjid itu kesepakatan internal sambil nunggu resolusi,” tambahnya.

Dampak Nyata Bagi Siswa dan Orang Tua

Bayangkan ratusan remaja Garut yang sudah excited balik sekolah, eh malah disambut kunci gembok. Banyak siswa kelas akhir khawatir jadwal UN terganggu, sementara orang tua mulai resah soal biaya tambahan kuota internet untuk daring.

Wakil Bupati Garut Putri Karlina sudah angkat bicara: ada titik temu sementara, tapi masalah belum tuntas. “Kami fasilitasi mediasi intensif agar sekolah cepat normal,” janjinya.

Solusi Jangka Pendek dan Harapan ke Depan

Sementara menunggu putusan hukum, sekolah rencanakan rotasi kelas di masjid—pagi untuk kelas 10-11, siang kelas 12. Pembelajaran daring pakai Zoom dan Google Classroom, lengkap dengan tugas harian biar siswa tetap on track.

Komunitas lokal Garut ramai dukung di medsos, dengan tagar BukaGerbangYBHM mulai viral. Pemerintah daerah janji percepat verifikasi dokumen wakaf agar tak ada lagi drama serupa di sekolah negeri swasta lain.

Enggah Yusuf optimis “Dalam seminggu, insyaAllah normal. Anak-anak Garut pantas dapat pendidikan layak tanpa hambatan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup