Insiden Kebakaran di Garut: Toko Oleh-Oleh Hangus, Tak Ada Korban Jiwa
HaiGarut – Suasana pagi yang biasanya ramai di jantung Kota Garut berubah mencekam ketika api besar melalap kawasan pertokoan pada hari Rabu pagi ini. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, meskipun tiga unit toko oleh-oleh terbakar habis. Untungnya, tidak ada laporan korban jiwa, karena para pekerja dan pengunjung di sekitar lokasi sempat menyelamatkan diri sebelum kobaran api menyebar lebih luas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan bahwa pihaknya segera mendapat laporan dari masyarakat begitu api mulai membesar dari salah satu toko. “Tim kami langsung bergerak cepat ke lokasi dengan personel dan peralatan lengkap,” kata Eko saat diwawancarai di tempat kejadian. Mengingat lokasi ini berada di area pertokoan yang padat, risiko api menjalar ke bangunan tetangga sangat tinggi, sehingga upaya pencegahan dilakukan secara intensif.
Untuk menaklukkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan lima unit armada, termasuk tiga mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan penyedia air. Sekitar 30 personel diterjunkan bergantian untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area sekitar. Prosesnya memakan waktu cukup lama, dengan konsumsi air mencapai sekitar 36.000 liter hingga api benar-benar terkendali.
“Selain memadamkan api, kami juga melakukan pendinginan menyeluruh untuk mencegah kemungkinan api kembali menyala,” jelas Eko. Ia menambahkan bahwa bangunan yang terbakar adalah toko oleh-oleh yang melibatkan aktivitas pengolahan makanan, terutama proses penggorengan. Kondisi ini membuat tempat tersebut rentan terhadap risiko kebakaran tinggi karena penggunaan api dan gas yang berpotensi tidak terkendali.
Berdasarkan penilaian awal, kebakaran diduga berasal dari api yang digunakan dalam penggorengan dengan bantuan gas. Namun, Eko menegaskan bahwa penyebab pasti masih dalam penyelidikan mendalam. “Ini hanyalah dugaan sementara. Kami belum dapat memastikan apakah itu murni dari proses gorengan atau ada faktor lain seperti kebocoran gas. Semua aspek sedang kami teliti,” imbuhnya.
Berkat respons cepat tim damkar dan koordinasi yang baik di lapangan, api berhasil dicegah agar tidak menyebar ke pertokoan lain yang berdekatan. Jika penanganan terlambat, kerugian bisa jauh lebih besar. Hingga siang hari, petugas masih melakukan penyisiran dan pendinginan area untuk memastikan tidak ada sisa bara yang bisa memicu kebakaran ulang.
Sementara itu, estimasi kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Pemilik toko yang terdampak mulai menginventarisasi barang-barang yang tersisa. Eko mengimbau para pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner dan pengolahan makanan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api dan gas. “Pengecekan rutin pada instalasi gas dan listrik sangat penting untuk mencegah insiden serupa,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua, terutama di daerah padat aktivitas seperti pusat kota, agar potensi bahaya kebakaran selalu diantisipasi.
Kejadian ini mengingatkan pada insiden kebakaran sebelumnya di Sukaresmi, di mana empat rumah terdampak, dan Yudha Puja Turnawan bersama DKP Garut turut membantu korban. Begitu pula, bupati Garut telah sigap memberikan bantuan kepada janda tua yang menjadi korban kebakaran lain. Semoga kejadian ini tidak terulang, dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan.











