Angka Pengangguran Turun, Bupati Garut Akui Kemiskinan Ekstrem Belum Sesuai Target
HaiGarut – Pemerintah Kabupaten Garut mencatat perkembangan positif dalam upaya menekan angka pengangguran. Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Garut dalam sebuah amanat kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN). Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem, yang hingga kini masih menjadi persoalan utama di daerah tersebut.
“Memang ada kabar baik, alhamdulillah tingkat pengangguran di Garut sudah menurun sesuai dengan harapan. Namun kita harus jujur melihat kondisi di lapangan, penurunan kemiskinan ekstrem masih belum mencapai target yang kita inginkan,” ujar Bupati Garut.
Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Bupati mengungkapkan bahwa sekitar 317 ribu warga Kabupaten Garut masih berada dalam kelompok Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa ditangani secara parsial oleh satu atau dua perangkat daerah saja. Sebaliknya, dibutuhkan kerja kolektif dan sinergi dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar berbagai program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat yang paling rentan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar kita bersama. Tidak cukup hanya satu dinas, semua perangkat daerah harus terlibat dan bergerak dalam satu arah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menargetkan terjadinya pergeseran signifikan pada struktur kesejahteraan masyarakat mulai tahun 2026. Ia menekankan bahwa jumlah penduduk yang berada pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 harus dapat ditekan melalui kebijakan yang lebih tepat sasaran, berbasis data, serta berorientasi pada hasil nyata.
“Tahun depan harus ada pergeseran yang jelas. Desil 1 naik ke Desil 2 atau 3, Desil 5 naik ke Desil 6 atau 7. Itu bukan sekadar harapan, tapi target yang harus kita capai bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perangkat daerah yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun berjalan. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih penghargaan di tingkat regional maupun nasional, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Ke depan, evaluasi kinerja perangkat daerah akan dilakukan secara lebih ketat, dengan penekanan pada kemampuan menghadirkan terobosan dan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Penghargaan itu lahir dari upaya nyata. Tapi tantangan ke depan jauh lebih besar. Kita butuh inovasi yang lebih terarah dan berdampak langsung. Masalah besar tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara biasa,” ujarnya.
Bupati juga mendorong agar setiap SKPD mampu merancang dan melaksanakan program-program inovatif yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh akar permasalahan di masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antar perangkat daerah maupun dengan pihak eksternal, termasuk dunia usaha dan lembaga sosial.
Menutup amanatnya, Bupati Garut mengajak seluruh ASN untuk menjadikan berbagai catatan dan evaluasi sepanjang tahun 2025 sebagai pijakan awal dalam meningkatkan kinerja di tahun mendatang. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tidak berkecil hati atas berbagai kekurangan yang masih ada, melainkan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran.
“Kita tinggalkan tahun 2025 dengan berbagai evaluasi. Jangan berkecil hati, tetapi jadikan ini sebagai baseline untuk melakukan perbaikan. Tahun depan, evaluasi akan lebih ketat, dan hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Garut juga secara resmi menutup kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Kabupaten Garut. Ia berharap dana yang berhasil dihimpun melalui kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat dan kemanusiaan.













