Gara-Gara Judi Online, Banyak KPM Bansos di Garut Dicoret dari Daftar Penerima Bantuan

HaiGarut — Maraknya judi online di Kabupaten Garut berdampak serius terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial (bansos) kini resmi dicoret dari daftar penerima karena diduga menyalahgunakan bantuan untuk berjudi daring.

Informasi dari beberapa pendamping sosial di sejumlah kecamatan mengungkapkan bahwa fenomena tersebut semakin mengkhawatirkan. Uang bantuan yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok justru habis dipakai untuk deposit permainan judi online. Akibatnya, sejumlah KPM kembali terjerumus dalam kesulitan ekonomi dan dinilai tidak lagi layak menerima bansos.

“Ada penerima bantuan yang habis uangnya dipakai main judi online. Ketika kami lakukan pemantauan, kebutuhan dasar keluarga malah terabaikan. Ini pelanggaran dan bisa mempengaruhi status mereka sebagai penerima bantuan,” ujar salah satu pendamping sosial yang enggan disebutkan namanya yang diterima redaksi HaiGarut, Rabu (26/11/2025).

Fenomena judi online terbukti memicu persoalan sosial baru. Tidak sedikit warga yang mengalami kekosongan finansial hanya dalam hitungan hari setelah menerima bantuan. Bahkan ada yang sampai menjual barang-barang rumah tangga dan terjerat pinjaman daring (pinjol) untuk melanjutkan kebiasaan berjudi.

Beberapa istri bahkan terpaksa mencari pekerjaan serabutan untuk menutup kebutuhan harian. Pertengkaran keluarga hingga perceraian juga mulai bermunculan akibat kecanduan judi.

“Seharusnya uang bantuan untuk beli kebutuhan pokok atau biaya sekolah, tapi banyak yang malah dipakai deposit,” ucap seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Cibatu.

Pendamping sosial menegaskan bahwa penghapusan status KPM bukan semata bentuk sanksi melainkan upaya memastikan bantuan tepat sasaran.

“Bansos itu untuk menyejahterakan, bukan membuat keluarga semakin miskin karena judi,” ujarnya.

Pemerintah daerah didorong memperkuat edukasi terkait bahaya judi online, literasi keuangan, serta pendampingan kepada keluarga rentan. Tanpa intervensi yang tepat, kasus judi online dikhawatirkan memicu lahirnya gelombang keluarga miskin baru di Garut. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup