Imam, Warga Pakenjeng yang Terjebak Banjir Aceh, Akhirnya Tiba di Garut dan Disambut Penuh Haru
HaiGarut— Setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari Aceh hingga Medan, lalu menuju Bandung dengan bus, Imam (27), warga Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, akhirnya tiba di kampung halamannya pada Rabu (10/12/2025). Kepulangannya disambut penuh haru oleh keluarga dan perangkat desa yang sejak awal mengikuti perkembangan kondisi Imam di lokasi bencana.
Perjalanan Imam dari Medan ditempuh melalui jalur darat menggunakan bus antarkota. Setibanya di Bandung, ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Garut dengan menggunakan kendaraan elf bersama relawan pendamping. Kondisi Imam terlihat cukup lelah, namun ia bersyukur akhirnya bisa kembali ke tanah kelahiran setelah sempat terisolasi akibat banjir besar di Aceh.
Sesampainya di Garut, Imam disambut oleh Kg Roni Faisal Adam dan Kg Miftah, tokoh masyarakat serta perwakilan dari Pakenjeng yang sejak awal melakukan komunikasi aktif mengenai kondisi warganya di Sumatra. Keduanya kemudian mengantarkan Imam ke Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk proses penerimaan dan pendataan lanjutan.
Di Kantor Dinas Sosial, Imam langsung diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji. Aji menyampaikan apresiasi atas upaya berbagai pihak yang turut membantu proses evakuasi dan pemulangan warga Garut dari wilayah terdampak banjir di Aceh.
“Alhamdulillah, hari ini salah satu warga kita, Imam, sudah tiba dengan selamat di Garut. Ini menjadi kabar baik di tengah proses pemulangan yang sedang kita upayakan untuk puluhan warga Garut lainnya di Sumatra. Kami akan terus memberikan pendampingan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan dukungan psikososial,” ujar Aji.
Aji juga menegaskan bahwa Pemkab Garut telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung proses pemulangan seluruh warga Garut yang masih berada di wilayah bencana. Pendataan menyeluruh sudah dilakukan, dan sebanyak 52 warga dipastikan akan difasilitasi kepulangannya secara bertahap.
Imam sendiri mengaku lega akhirnya bisa kembali. Ia menceritakan kondisi sulit yang dialaminya di Aceh, mulai dari listrik padam, komunikasi terputus, hingga akses jalan yang tenggelam banjir. “Saya hanya ingin pulang. Alhamdulillah sekarang sudah sampai Garut dan bisa bertemu keluarga,” ujarnya singkat.
Pemulangan Imam menjadi awal dari serangkaian upaya Pemkab Garut untuk memastikan seluruh warganya yang terdampak bencana di Sumatra dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat. Pemerintah daerah juga memastikan akan terus memperbarui informasi terkait proses pemulangan warga lainnya.











