Kolaborasi Bupati Garut dan Bank BNI untuk Dongkrak Kemandirian Fiskal Daerah

Haigarut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, baru saja menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Bank BNI. Acara ini berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, dan fokus pada kerja sama di bidang penyediaan serta penggunaan layanan jasa perbankan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Amin mengangkat isu krusial tentang tantangan keuangan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami mendapat peringatan dari pemerintah pusat soal kemandirian fiskal kabupaten. Garut termasuk daerah dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah, baru 16 persen—naik sedikit dari 14 persen sebelumnya,” kata Bupati Amin dengan nada serius.

Ia menjelaskan bahwa PAD yang minim itu sebagian besar bergantung pada retribusi serta pendapatan dari rumah sakit dan puskesmas. Kondisi ini membuat keuangan daerah mudah terpengaruh oleh perubahan eksternal.

“Oleh karena itu, kami harus lebih intens lagi dalam meningkatkan PAD,” tegasnya.

Bupati berharap kemitraan dengan BNI bisa semakin erat, memberikan manfaat bagi kedua pihak, dan membantu Garut mencapai kemandirian fiskal yang lebih kuat.

Menanggapi harapan tersebut, Pimpinan Cabang Bank BNI Garut, Febby Anggriawan, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung peningkatan PAD melalui inovasi digital.

“Di zaman digital seperti sekarang, semua lembaga harus bertransformasi. BNI punya solusi bernama Smart Tenan, yang memudahkan rekonsiliasi penerimaan retribusi—lebih simpel untuk monitoring dan operasionalnya,” jelas Febby.

Ia menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, BNI Garut siap menangani penerimaan dan pengelolaan 11 jenis pajak daerah serta retribusi, termasuk Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Air Tanah, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam, Pajak Bantuan, dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Febby berharap, di hari istimewa ini, kolaborasi tersebut bisa membawa Garut menuju visi “Garut Hebat” yang lebih nyata. Dengan langkah ini, daerah berpotensi besar ini semakin optimis menghadapi masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup