Kualitas Makan Bergizi Gratis di Garut Disorot, Dinilai Jauh dari Standar BGN
HaiGARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah di Kabupaten Garut menjadi sorotan publik. Ketua ASGAR Nusantara, H. Hendi Ahmad Hidayat, mengungkapkan bahwa kualitas MBG di sejumlah wilayah dinilai belum memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan tersebut berdasarkan hasil pemantauan langsung ASGAR Nusantara di lapangan. Sejumlah kecamatan yang disorot antara lain Malangbong, Cibatu, Sukawening, dan Karangpawitan.
Menurut H. Hendi, makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat belum mencerminkan prinsip gizi seimbang. Mulai dari porsi yang tidak sesuai, komposisi makanan yang kurang beragam, hingga minimnya protein hewani menjadi catatan utama.

“Kalau mengacu ke standar BGN, kualitas Makan Bergizi Gratis ini masih jauh dari yang ditentukan. Programnya bagus, tapi pelaksanaannya perlu dievaluasi secara serius,” ujar H. Hendi Ahmad Hidayat.
Ia menegaskan, meskipun sedang masa libur sekolah, kualitas MBG seharusnya tetap dijaga. Program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas gizi anak dan masyarakat.
“Libur sekolah tidak boleh jadi alasan menurunkan kualitas. Justru di sini perlu pengawasan lebih ketat supaya tujuan program benar-benar tercapai,” tambahnya.
Tak hanya menyasar anak sekolah, temuan serupa juga ditemukan pada penyaluran MBG untuk ibu hamil (Bumil). Berdasarkan hasil pemantauan ASGAR Nusantara, kualitas MBG bagi Bumil yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Banyuresmi dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.
H. Hendi menyebut, kebutuhan gizi ibu hamil seharusnya mendapat perhatian lebih karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan ibu dan janin. Namun di lapangan, paket makanan yang diterima dinilai belum memenuhi unsur gizi penting yang dibutuhkan Bumil.
“Bumil ini kelompok rentan dan prioritas. Kalau kualitas makanannya tidak sesuai standar, tentu ini sangat mengkhawatirkan dan harus segera dibenahi,” tegasnya.
ASGAR Nusantara pun mendorong pihak terkait, baik pengelola MBG di daerah maupun instansi pengawas, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap MBG untuk anak sekolah maupun ibu hamil. Selain itu, transparansi anggaran dan pengawasan kualitas makanan dinilai penting agar tidak terjadi penurunan standar di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Garut, termasuk SPPG di Kecamatan Banyuresmi, belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.











