Libur Nataru, Sentra Kulit Sukaregang Diserbu Wisatawan

RFA

HaiGarut – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang bertepatan dengan masa liburan sekolah membawa angin segar bagi pelaku usaha di Sentra Kulit Sukaregang, Kabupaten Garut. Kawasan yang dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan produk kulit ini kembali ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Sejak pagi hingga malam hari, aktivitas jual beli terlihat meningkat signifikan. Arus kendaraan yang masuk ke kawasan Sukaregang mulai padat . Bus pariwisata, mobil pribadi, hingga rombongan keluarga dari sejumlah daerah seperti Bandung, Tasikmalaya, Jakarta, hingga wilayah Jawa Tengah, silih berganti memadati jalan-jalan utama sentra kulit tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kepadatan sempat terjadi di beberapa titik, terutama di depan toko-toko besar yang menjadi tujuan utama wisatawan. Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi penanda tingginya minat pengunjung untuk berbelanja produk kulit khas Garut.

“Alhamdulillah, sejak menjelang Tahun Baru sudah mulai ramai. Omzet naik hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar Deni (43), pemilik toko jaket kulit di Jalan Gagak Lumayung, Sukaregang, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Deni, lonjakan pengunjung paling terasa pada akhir pekan dan malam hari. Banyak wisatawan yang sengaja menyempatkan diri singgah ke Sukaregang setelah berkunjung ke sejumlah destinasi wisata, seperti kawasan Cipanas, pantai selatan Garut, maupun pusat kota.

Harga Terjangkau Masih Jadi Magnet

Sukaregang tetap menjadi destinasi belanja favorit wisatawan karena menawarkan produk kulit dengan harga yang relatif terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas. Jaket kulit asli, misalnya, dijual mulai dari Rp 800 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis bahan, ketebalan, dan model yang dipilih.

“Ke Garut rasanya belum lengkap kalau belum beli jaket kulit di Sukaregang. Harganya jauh lebih murah dibanding di Jakarta,” kata Andri (30), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama keluarganya.

Tak hanya jaket, berbagai produk lain seperti tas wanita, dompet, Kerupuk Kulit, ikat pinggang, hingga sepatu berbahan kulit juga banyak diburu. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku stok untuk beberapa model favorit sempat habis akibat tingginya permintaan selama masa liburan.

UMKM dan Pedagang Kecil Ikut Terangkat

Ramainya kunjungan wisatawan tidak hanya menguntungkan pemilik toko besar. Pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar kawasan sentra kulit turut merasakan dampak positif. Penjual makanan, minuman, hingga jasa parkir musiman ikut kebanjiran pelanggan.

“Kalau hari biasa paling dapat seratus ribuan, pas libur begini bisa sampai lima ratus ribu sehari,” tutur Ujang, pedagang cilok yang mangkal di dekat pintu masuk kawasan Sukaregang.

Perlu Penataan Parkir dan Lalu Lintas

Di balik meningkatnya aktivitas ekonomi, membludaknya pengunjung juga memunculkan sejumlah persoalan klasik, terutama terkait parkir liar dan kemacetan. Beberapa ruas jalan di kawasan Sukaregang terpantau padat, terutama pada jam-jam sibuk.

Sejumlah wisatawan berharap ke depan ada penataan parkir yang lebih baik serta pengaturan lalu lintas yang lebih optimal, agar kenyamanan berbelanja tetap terjaga.

“Ramai memang bagus, tapi macetnya lumayan bikin capek. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih tertib,” ujar Rian, wisatawan asal Bandung.

Libur Nataru kali ini kembali menegaskan posisi Sentra Kulit Sukaregang sebagai salah satu ikon belanja unggulan di Kabupaten Garut. Di tengah tantangan ekonomi di berbagai sektor, geliat usaha di Sukaregang menjadi bukti bahwa UMKM berbasis produk lokal masih memiliki daya tarik kuat, terutama saat momentum liburan panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup