Mendikdasmen Abdul Mu’ti Luncurkan Program Pemulihan SD Muhammadiyah 1-5 Garut, Suntikkan Dana Rp133 Miliar untuk 156 Lembaga Pendidikan di Wilayah Ini

HaiGarut – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, secara resmi meluncurkan inisiatif pemulihan Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1-5 Garut. Upacara tersebut berlangsung di lokasi SD Muhammadiyah 4 Garut Kota pada hari Kamis tanggal 8 Januari 2026, sebagai wujud dedikasi nasional dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa, sejalan dengan cita-cita Asta Cita dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti menyoroti tekad pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan pendidikan di seluruh negeri. Untuk tahun 2026, sasaran yang ditetapkan adalah menyelesaikan pemulihan sebanyak 16.171 unit pendidikan. “Alhamdulillah, pekerjaan sudah mencapai 95% penyelesaian, dan insya Allah pada akhir Januari ini semuanya akan rampung sepenuhnya,” ungkapnya dengan semangat.

Perhatian khusus diarahkan ke Kabupaten Garut, tempat program ini mencakup 156 unit pendidikan dari berbagai tingkatan. Detailnya mencakup 52 sekolah dasar (SD), 31 sekolah menengah pertama (SMP), 15 sekolah menengah atas (SMA), 20 sekolah menengah kejuruan (SMK), 5 sekolah luar biasa (SLB), serta 2 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dengan dana keseluruhan yang disediakan sebesar Rp133.940.275.240.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendekatan pelaksanaan mandiri, yang merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, telah menghasilkan manfaat signifikan. “Pelaksanaan mandiri ini ternyata memberikan efek positif yang besar, terlihat dari penyelesaian yang lebih cepat, akurat, dan mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan pendidikan,” katanya dengan tegas. Ia juga mengungkap rencana untuk menambah 60.000 unit pemulihan sekolah lainnya pada tahun yang sama.

Di sisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut kedatangan Mendikdasmen dengan penuh antusiasme. Meskipun fasilitas bangunan sekolah telah menunjukkan perkembangan fisik, ia mengungkapkan hambatan besar dalam dunia pendidikan di Garut, terutama terkait tingkat putus sekolah yang masih jauh dari ideal.

Statistik mengindikasikan penurunan tajam dalam minat melanjutkan pendidikan: tingkat SMP mengalami penurunan 20%, sedangkan tingkat SMA anjlok hingga 40%. Penyebab utamanya meliputi kondisi ekonomi, praktik pernikahan usia dini, serta keterbatasan akses terhadap teknologi digital.

“Kami berjanji untuk menyelaraskan jumlah dan mutu melalui lomba cerdas cermat guna meningkatkan pengetahuan sains dan literasi, serta respons cepat dan presisi untuk memperbaiki kemampuan perhitungan atau numerasi. Kami ingin generasi muda Garut memiliki semangat perjuangan yang kuat melalui budaya kompetisi,” jelas Bupati. Ia juga memberikan penghargaan atas kontribusi Muhammadiyah yang telah membantu pemerintah memperluas jangkauan pendidikan hingga ke daerah terpencil di Garut.

Selain itu, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat, menyampaikan rasa syukur atas pengalokasian dana pemulihan tersebut. Di cabang Garut Kota sendiri, lima sekolah mendapat bagian dari program ini. Ia menjelaskan bahwa inisiatif pemulihan ini ditujukan untuk meningkatkan standar pendidikan dasar dan menengah, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai karakter siswa.

Pada akhirnya, Dede mengucapkan terima kasih kepada Mendikdasmen dan semua pihak yang berkontribusi dalam perubahan pendidikan di sekolah-sekolah, terutama di Kabupaten Garut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup