Mengintip Tol Getaci: Infrastruktur, Mobilitas, dan Peluang Ekonomi Masa Depan
HaiGarut– Tol Getaci, singkatan dari Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap, adalah salah satu proyek strategis nasional yang tengah menjadi sorotan di Jawa Barat bagian selatan. Proyek ini dipandang sebagai kunci untuk mempercepat mobilitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya. Tol ini bukan sekadar jalan, tetapi sebuah transformasi yang menyentuh tata ruang, mobilitas, dan aktivitas ekonomi warga.
Awal Rencana: Menghubungkan Wilayah, Mendorong Ekonomi
Rencana pembangunan Tol Getaci muncul sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pemerintah menargetkan tol ini bisa memangkas waktu tempuh dari Bandung hingga Cilacap secara signifikan, sekaligus membuka akses baru bagi wilayah-wilayah yang selama ini relatif terisolasi dari jalur transportasi utama.
Seiring dengan perencanaan fisik tol, Pemerintah Kabupaten Garut diminta untuk menyesuaikan tata ruang melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Revisi ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan tol sejalan dengan pengembangan pusat ekonomi, kawasan permukiman, dan jalur distribusi logistik, sehingga keberadaan tol tidak hanya mengubah infrastruktur fisik tetapi juga mempengaruhi pola pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembebasan Lahan: Tahap Kritis dan Dinamis
Sebelum konstruksi dimulai, proses pembebasan lahan menjadi tahap paling krusial. Pembayaran ganti rugi dilakukan secara bertahap kepada warga terdampak di sejumlah desa di Garut, antara lain Talagasari, Cangkuang, Hegarsari, dan Karangtengah. Sampai pertengahan 2024, progres pembebasan lahan di Garut mencapai sekitar 50 persen, yang menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan administratif dan sosial, proyek ini tetap bergerak.
Proses pembebasan lahan tidak hanya soal pembayaran, tetapi juga melibatkan sosialisasi, klarifikasi status kepemilikan, serta upaya agar masyarakat lokal mendapat manfaat dari proyek ini, baik melalui kompensasi maupun peluang ekonomi yang muncul akibat pembangunan tol. Tahap ini menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah pusat agar proyek berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial.
Pembangunan Tol: Gerbang Strategis dan Fase Konstruksi
Tol Getaci dibangun secara bertahap, dengan sejumlah gerbang tol strategis dari utara ke selatan, yaitu:
-
Junction Gedebage (Bandung) sebagai titik awal dan penghubung ke tol lainnya.
-
Majalaya dan Nagreg untuk mengakses Bandung Selatan dan sekitarnya.
-
Garut Utara (Banyuresmi) dan Garut Selatan (Cilawu) sebagai wilayah yang terdampak langsung.
-
Singaparna dan Tasikmalaya untuk mempermudah mobilitas dan distribusi barang.
-
Ciamis dan Banjar untuk konektivitas regional.
-
Patimuan/Cilacap sebagai titik akhir di Jawa Tengah.
Tahap konstruksi melibatkan pembangunan struktur jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan ini juga mempertimbangkan integrasi dengan infrastruktur lokal, pemeliharaan lingkungan, serta kesiapan untuk mendukung aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tol.
Target Operasional dan Dampak Ekonomi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan tol ini beroperasi penuh pada 2026. Setelah beroperasi, Tol Getaci diproyeksikan bukan hanya sebagai jalur transportasi, tetapi sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi lokal yang nyata, dengan dampak langsung pada UMKM, investor, dan distribusi logistik.
Hadirnya tol akan meningkatkan mobilitas masyarakat, mempersingkat waktu tempuh perjalanan, mempermudah distribusi barang dari produsen ke konsumen, serta membuka peluang bagi bisnis lokal untuk berkembang di sekitar gerbang tol. Keberadaan tol ini diharapkan menjadi katalisator bagi munculnya pusat-pusat ekonomi baru yang sebelumnya kurang tergarap.
Garut dan Wilayah Sekitarnya dalam Transformasi
Secara keseluruhan, Garut sedang berada dalam fase transformasi besar. Dengan revisi tata ruang yang menyesuaikan pembangunan tol, proses pembebasan lahan yang progresif, pembangunan fisik tol yang terus berjalan, dan target operasional 2026, wilayah ini diproyeksikan akan mengalami perubahan signifikan dalam mobilitas, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.
Tol Getaci bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol perubahan yang menyeluruh: dari perencanaan yang matang, pembebasan lahan yang inklusif, pembangunan yang strategis, hingga operasional yang siap mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi warga lokal, pelaku usaha, dan investor, proyek ini memberikan alasan kuat untuk optimis bahwa Garut dan wilayah sekitarnya akan lebih dinamis, lebih terhubung, dan lebih siap menghadapi masa depan.













