Program Makan Bergizi Gratis Gandeng Koperasi Desa, Zulhas: Ekonomi Desa Harus Bergerak

RHD

 

HaiGarut– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai pengungkit ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa. Pemerintah memastikan program ini akan bermitra dengan koperasi desa agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, saat mengunjungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Raya Kaligetas, Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut Zulhas, skema MBG ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi harus mampu menciptakan perputaran ekonomi di desa-desa. Karena itu, koperasi desa dan pelaku usaha lokal akan dilibatkan secara aktif dalam rantai pasok program tersebut.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar memberi makan, tapi harus menggerakkan ekonomi rakyat. Bahan pangannya kita ambil dari desa, dikelola koperasi desa, sehingga petani, peternak, dan UMKM lokal ikut merasakan manfaatnya,” ujar Zulhas.

Zulhas menegaskan, kemitraan dengan koperasi desa menjadi strategi penting agar anggaran negara yang dialokasikan untuk MBG benar-benar kembali ke masyarakat. Dengan pola tersebut, dana MBG diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan koperasi desa dalam menjaga kualitas dan standar pangan. Pemerintah, kata dia, akan memberikan pendampingan agar koperasi mampu memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.

“Kita ingin kualitas gizinya terjamin, pengelolaannya profesional, dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Ini kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan koperasi,” katanya.

Selain itu, Zulhas meminta pemerintah daerah untuk aktif mendukung pelaksanaan MBG, khususnya dalam pembinaan koperasi desa. Dukungan tersebut mencakup penguatan manajemen, akses permodalan, serta kemudahan perizinan bagi koperasi dan UMKM yang terlibat.

Pengamat ekonomi kerakyatan menilai skema MBG berbasis koperasi desa merupakan terobosan strategis. Selain membantu menekan angka stunting dan meningkatkan ketahanan pangan, program ini dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dijalankan secara konsisten dan diawasi dengan ketat.

Ke depan, pemerintah menargetkan program Makan Bergizi Gratis dapat diterapkan secara bertahap di seluruh daerah. Dengan melibatkan koperasi desa sebagai mitra utama, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup