Selamat dari Banjir Aceh, Pemuda Garut Ini Jalan Kaki Ratusan Kilometer Hingga Medan

Selamat dari Banjir Aceh, Pemuda Garut Ini Jalan Kaki Ratusan Kilometer Hingga Medan

HaiGarut— Kisah perjuangan seorang perantau asal Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, menyita perhatian publik. Imam (27), yang sehari-hari berjualan kue bolu di Aceh, berhasil menyelamatkan diri dari terjangan banjir besar yang melanda wilayah tersebut dengan penuh perjuangan.

Tidak ada pilihan lain bagi Imam dan lima rekannya selain meninggalkan daerah terdampak banjir. Kota yang mereka tinggali lumpuh total, listrik padam, jaringan komunikasi terputus, logistik terbatas, dan akses transportasi tidak lagi bisa dilalui kendaraan. Mereka memutuskan berjalan kaki sejauh ratusan kilometer menuju Kota Medan.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa malam (2/12/2025), Imam menceritakan kondisi mencekam yang ia hadapi selama evakuasi mandiri tersebut.

“Sekarang saya sudah di Medan. Dari Aceh ke Medan jalan kaki, kemudian ada kendaraan lewat saya ikut. Alhamdulillah akhirnya sampai,” ungkapnya dengan nada suara bergetar menahan haru.

Meski telah tiba di tempat yang relatif aman, Imam belum bisa bernapas lega. Lima anggota keluarganya yang terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak masih terjebak di wilayah Aceh. Mereka belum dapat dievakuasi karena situasi medan bencana yang sangat sulit ditembus.

“Di Aceh masih ada saudara saya. Mereka belum bisa keluar,” katanya, mengkhawatirkan kondisi keluarga.

Selama merantau, Imam bersama rekannya menggantungkan hidup dari berjualan kue bolu keliling. Namun bencana besar yang melumpuhkan roda perekonomian spontan membuat mereka kehilangan sumber penghasilan dan tempat tinggal.

Imam sangat berharap adanya respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Garut agar ia serta perantau lainnya dapat dipulangkan ke kampung halaman.

“Bapak Bupati atanapi Ibu Wakil Bupati, nyuhunkeun bantosan kanggo abdi sareng rerencangan tiasa mulih ka Garut,” pintanya.

Permintaan tersebut sudah sampai ke pihak Pemerintah Kabupaten Garut. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukmaji, membenarkan bahwa data warga Garut yang terdampak banjir di Aceh sedang dalam proses verifikasi.

Ia menyatakan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama Dinas Sosial di Aceh maupun Medan untuk memastikan keselamatan warga serta menyiapkan upaya pemulangan.

“Kami segera cek keberadaan warga Garut di Aceh maupun Medan. Kondisi di lokasi bencana masih sangat sulit, komunikasi juga belum stabil,” ujar Aji.

Aji juga mengimbau keluarga di Garut agar tetap tenang sambil menunggu update resmi dari tim yang bertugas di lapangan.

Hingga saat ini, wilayah terdampak banjir di Aceh masih mengalami Pemadaman listrik total, Gangguan berat pada jaringan telekomunikasi, Terputusnya akses transportasi, dan Minimnya bantuan logistik.
Hal tersebut membuat proses pencarian warga dan evakuasi sangat terhambat.

Sambil terus menunggu kepastian pemulangan dan kabar keluarga yang masih tertahan di Aceh, Imam berharap bantuan segera datang agar tragedi yang ia alami tidak semakin menyisakan luka.

“Asal bisa pulang dan keluarga saya selamat, itu saja,” ujarnya lirih. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup